<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog</title>
	<atom:link href="http://mycomgroup.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mycomgroup.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Mar 2010 14:59:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mycomgroup.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog</title>
		<link>http://mycomgroup.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mycomgroup.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mycomgroup.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENTINGNYA MENGELOLA EKUITAS MEREK</title>
		<link>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/03/20/pentingnya-mengelola-ekuitas-merek/</link>
		<comments>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/03/20/pentingnya-mengelola-ekuitas-merek/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 11:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycomgroup</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycomgroup.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Rhesya Agustine Dalam era globalisasi pasar, produk yang ditawarkan begitu beragam sehingga menyulitkan para produsen dalam berebut pangsa pasar . Salah satu contohnya adalah produk-produk sabun mandi seperti merek Lux, Lifebouy, Biore, Giv dsb . Bagi pihak konsumen terkadang membingungkan dalam memilih merek padahal merek-merek tersebut sama-sama memberikan manfaat yang serupa, sehingga yang akan dijadikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=41&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rhesya Agustine</p>
<p>Dalam era globalisasi pasar, produk yang ditawarkan begitu beragam sehingga menyulitkan para produsen dalam berebut pangsa pasar . Salah satu contohnya adalah produk-produk sabun mandi seperti merek Lux, Lifebouy, Biore, Giv dsb . Bagi pihak konsumen terkadang membingungkan dalam memilih merek padahal merek-merek tersebut sama-sama memberikan manfaat yang serupa, sehingga yang akan dijadikan pertimbangan konsumen adalah ekuitas merek tersebut. Bagi pihak produsen yang perlu disadari adalah produk merupakan benda mati, sedangkan yang memberi nyawa dari suatu produk adalah merek, sehingga suatu merek sangat penting untuk dikelola sehingga konsumen akan selalu loyal akan produk tersebut.</p>
<p>Cara yang paling efektif  pada zaman sekarang untuk memperkenalkan suatu produk adalah dengan  melakukan promosi di media massa seperti media TV, media cetak maupun on-line . namun hal ini perlu didukung oleh pengelolaan ekuitas merek.  Menurut Aaker (1991:15) Brand Equity adalah satu set brand asset dan liabilitas yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan.</p>
<p>Brand Equity ini mempunyai lima kategori, yaitu:</p>
<p>Loyalitas merek (Brand Loyalty)</p>
<p>Hal ini mencerminkan bagaimana seorang konsumen beralih ke produk lain jika terjadi perubahan harga maupun perubahan unsur-unsur produk</p>
<p>Kesadaran merek (Name/ Brand Awareness)</p>
<p>Merupakan kesanggupan konsumen untuk mengenali atau mengingat kembali suatu merek</p>
<p>Kesan kualitas (Perceived Quality)</p>
<p>Assosiasi merek (Brand Associations)</p>
<p>Aset-aset merek lainnya (Other Proprietary Brand Assets</p>
<p>Brand Loyalty merupakan inti dari ekuitas merek (brand equity). Suatu produk yang dapat mempunyai name awareness yang tinggi, kualitas yang baik, brand associations yang cukup banyak tetapi belum tentu memiliki brand loyalty. Sebaliknya produk yang memiliki brand loyalty dapat dipastikan memiliki name awareness yang cukup tinggi, kualitas yang baik, brand associations yang cukup dikenal.</p>
<p>Pengelolaan ekuitas merek ini bukan hanya semata membuat produk dapat dikenal orang, tetapi jauh  dari itu dapat membuat konsumen loyal terhadap merek produk tersebut karena produk berkualitas, bergengsi, dan berbeda dari produk lain. Contoh kuatnya suatu ekuitas merek adalah Sampoerna, pada tahun 2008 PT.Philip Morris membeli <a href="http://pt.hm/" target="_blank">PT.HM</a> Sampoerna seharga US$ 4 Milliar padahal nilai aset Sampoerna hanya US$ 1 Miliar. Pembelian yang sedemkian besarnya tersebut dikarenakan karena ekuitas merek dari Sampoerna. Pada saat industri rokok diterpa oleh kampanye bahaya merokok, Sampoerna mengeluarkan produk dengan merek A-mild dengan klaim rokok rendah nikotin yang diterima masyarakat dan dengan Indentitas karakter iklan “Bukan Basa-Basi” yang merupakan suatu jingle yang diingat oleh semua orang, hingga saat ini. Keputusan membeli Sampoerna oleh Philip Moris disadari sebagai stategi untuk memasuki pangsa pasar Indonesia yang belum terlalu ketat dalam regulasi soal bahaya merokok dan  daripada membuat suatu merek baru yang memerlukan biaya besar dan belum tentu berhasil.</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi dunia membuat timbulnya standarisasi hidup yang memperbaiki kualitas hidup manusia.  Suatu produk pada saat sekarang bukan hanya digunakan untuk manfaat utama dari produk itu sendiri, tetapi didasari juga oleh kebutuhan akan gaya hidup. Contohnya adalah Mcdonald, kita makan di Mcdonald bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan akan makan, tetapi lebih didasari akan suatu gaya hidup atau gengsi. Setiap tahun interbrand merilis daftar 100 merek terbaik di dunia, pada survey terakhir tahun 2009  5 peringkat teratas masih diduduki oleh merek yang sama, yakni 4 merek asal Amerika Serikat (Coca-cola, IBM. Microsfot, GE) dan 1 merek asal Filandia yakni Nokia. Merek-merek tersebut merupakan merek yang dapat kita temukan dan digunakan sehari-hari, bahkan merek seperti Coca-cola dapat kita temukan di pelosok pendesaan. Kita mengetahui bahwa Coca-cola bukan minuman yang sehat, tetapi karena ekuitas brand tersebut sangat kuat sehingga mengakibatkan orang tetap membeli karena berbagai macam pertimbangan.</p>
<p>Saat ekuitas merek yang kuat sudah tercapai maka suatu perusahaan dapat melakukan differesiasi merek/ brand extension dengan memakai merek yang sama, contohnya adalah lifebouy, orang mengenal lifebouy sebagai produk sabun mandi, namun sekarang muncul lifebouy shampo. Hal ini dapat dianalisa sebagai strategi pemasaran untuk berebut pangsa pasar shampo dengan memakai merek “lifebouy”yang sudah dikenal dan mapan dalam pangsa pasar sabun mandi. PT Unilever sebagai produsen merek lifebouy menyadari manfaat dari kuatnya ekuitas merek lifebouy, sehingga daripada mengeluarkan merek lain, lebih baik menggunakan merek lifebouy sebagai produk shampo baru sehingga akan menghemat biaya promosi untuk merek baru.</p>
<p>Referensi</p>
<p>Aaker, David, 1991. Managing Brand Qquity; Capitalizing on the Value of Brand Name, Free Press, New   York</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycomgroup.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycomgroup.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycomgroup.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycomgroup.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycomgroup.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycomgroup.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycomgroup.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycomgroup.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycomgroup.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycomgroup.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycomgroup.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycomgroup.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycomgroup.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycomgroup.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=41&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/03/20/pentingnya-mengelola-ekuitas-merek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bad214a227333611a650300a6adaa60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mycomgroup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Good Customer and CRM</title>
		<link>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/02/06/good-customer-and-crm/</link>
		<comments>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/02/06/good-customer-and-crm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 12:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycomgroup</dc:creator>
				<category><![CDATA[Public Relations]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycomgroup.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Rhesya Agustine Tidak semua pelanggan selalu menguntungkan, terkadang kita menemukan pelanggan yang justru merugikan perusahaan. Untuk itu perusahaan harus selektif dalam memilih pelanggannya. Pelanggan yang menguntungkan saja yang harus dipertahankan. Sedangkan yang merugikan terpaksa harus dieliminasi. Bagaimana strategi dalam mengeliminasi pelanggan? Pelanggan sebagai pemakai dari produk yang perusahaan hasilkan pada dasarnya akan menguntungkan perusahaan, namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=24&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Rhesya Agustine<br />
</em></strong></p>
<p>Tidak semua pelanggan selalu menguntungkan, terkadang kita menemukan pelanggan yang justru merugikan perusahaan. Untuk itu perusahaan harus selektif dalam memilih pelanggannya. Pelanggan yang menguntungkan saja yang harus dipertahankan. Sedangkan yang merugikan terpaksa harus dieliminasi. Bagaimana strategi dalam mengeliminasi pelanggan?</p>
<p>Pelanggan sebagai pemakai dari produk yang perusahaan hasilkan pada dasarnya akan menguntungkan perusahaan, namun kadangkala pada beberapa kasus pelanggan yang seharusnya menguntungkan ini justru merugikan perusahaan. Contoh dari pelanggan yang merugikan adalah pelanggan yang sering menunggak pembayaran, atau mengingkari kewajibannya,  dimana perusahaan dituntut untuk menyelesaikan  permasalahan secara etis dan profesional. Dimulai dengan mengirim surat pemberitahuan tunggakan dan melakukan konfirmasi, jika tetap tidak ditanggapi maka dilakukan mediasi antar kedua belah pihak, pemutusan kerja sama sampai dengan penyelesaian secara hukum jika masih tidak mendapat itikad penyelesaian secara baik.</p>
<p>Mengapa hal ini bisa terjadi?</p>
<p>Kesalahan yang paling umum yang dibuat perusahaan adalah ketika mencoba untuk tumbuh terutama dalam menarik minat para pelanggan baru adalah dengan melancarkan program pemasaran yang terlalu agresif. Problemnya pelanggan-pelanggan baru hampir sulit untuk dipikat. Mereka mungkin hanya punya sedikit alasan untuk memperhitungkan pindah dari satu merek ke merek lain. Sebaliknya, ada imbalan yang besar dalam menjaga para pelanggan yang ada, sebagian karena program retensi (retention program) relatif tidak mahal. Jika perpindahan para pelanggan yang sudah ada ke kompetitor bisa dikurangi pertumbuhan akan dengan sendirinya terjadi. Para pelanggan baru, bahkan tanpa banyak usaha untuk memikat mereka, akan muncul, sebagian karena dipengaruhi para pelanggan yang sudah ada.</p>
<p>Bagaimana cara mempertahankan pelanggan lama?</p>
<p>Beberapa konsumen memperlihatkan loyalitas terhadap merek (brand loyalty) tertentu, yang berarti konsumen secara rutin membeli produk-produk karena mereka puas dengan kinerja merek produk tersebut. Proses pemasaran tidak terhenti dengan terjualnya produk tersebut, tenaga pemasaran harus memastikan agar konsumen puas agar membeli barang tersebut kembali. Jika suatu produk sudah berhasil membentuk segmentasi pasar, maka dengan sendirinya akan terbentuk brand loyalty.</p>
<p>Kepuasan dan loyalitas konsumen menjadi kunci utama dari keberlangsungan suatu produk. Keputusan untuk membeli seorang konsumen dapat dibedakan berdasarkan motif rasional dan motif emosional. Motif rasional mencakup evaluasi yang logis atas sejumlah atribut produk: biaya, kualitas dan kegunaan, sedangkan motif emosional mencakup faktor-faktor non-obyektif dan menghasilkan keputusan yang tidak masuk akal (Griffin &amp; Ebert,2003: 369). Untuk motif yang emosional, dapat menjadi suatu indikasi bahwa seorang pelanggan dari suatu produk dapat mempengaruhi calon pelanggan baru,misalnya kita akan merasa nyaman bergabung dengan suatu kelompok bila kita mempunyai kesamaan akan suatu produk yang dipakai mayoritas.</p>
<p>Bagi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan dapat dilakukan dengan mempertahankan kualitas, harga, promosi , iklan dan  menjaga hubungan perusahaan dengan konsumen dengan menerapkan strategi CRM. Dengan CRM perusahaan dapat terus meng-update keinginan dari konsumen agar dapat menghasilkan produk yang dapat memuaskan konsumen. Contoh dari perusahaan yang mencoba menerapkan strategi CRM ini dalam upaya mempertahankan calon pelanggannya adalah Microsoft.</p>
<p>Microsoft dengan produk Windows Vista dianggap gagal dalam memuaskan konsumen, banyak keluhan dan kekecewaan dari pemakai setia produk Microsoft. Beberapa dari pelanggan memutuskan untuk pindah ke Operating system lain seperti MAC, walaupun dengan konsekuensi harus mengganti perangkat komputernya. Sebagian konsumen lain memlih untuk menggunakan Operating System Windows XP yang mempunyai kinerja yang lebih baik. Melihat hal ini ,Microsoft melakukan survey dengan pendekatan CRM untuk mengetahui keinginan konsumen atas keluhan-keluhan pemakaian windows Vista. Kemudian Microsoft mengeluarkan Windows Seven sebagai bentuk tanggung jawab atas keluhan pelanggannya dalam penggunaan windows Vista.  Pada dasarnya tampilan dan penggunaan windows Seven ini hampir sama persis dengan windows Vista, namun Produk ini diklaim oleh Microsoft sebagai persembahan untuk konsumen, dibuat berdasarkan permintaan dan juga masukan-masukan dari pemakaian Windows Vista. Pelanggan yang menggunakan windows Seven merasakan kepuasan dengan menggunakan produk Microsoft terbaru tersebut. Masalah yang dihadapi pada saat menggunakan Windows Vista tidak diketemukan lagi pada Windows Seven.</p>
<p>Banyak kalangan meyakini bahwa salah satu cara untuk menggaransi keberhasilan penerapan CRM adalah adanya komitmen yang kuat dari Eksekutif, utamanya CEO. Begitu juga terumuskannya suatu visi yang jelas. Keterlibatan Eksekutif ini sangat kritikal, terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran-sasaran yang akan dicapai. Mengapa komitmen CEO sangat penting dalam penerapan CRM di perusahaan? Bagaimna seharusnya komitmen tersebut diimplementasikan?</p>
<p>Setiap usaha bertujuan untuk menghasilkan profit oleh karena itu diangkat CEO untuk mengatur perusahaan agar berkembang dan profit. Peran CEO sangat penting untuk menentukan dan menjalankan kebijakan-kebijakan dari visi  yang diambil oleh perusahaan. CEO atau manajer puncak bertanggung jawab atas keseluruhan kinerja dan menyetujui seluruh keputusan, dan mewakili perusahaan dalam menghadapi perusahaan lain dan badan-badan pemerintahan. CEO yang efektif umumnya memiliki keterampilan hubungan manusia (human relation skill) yakni kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain, sehingga segala bagian dari suatu perusahaan dapat berjalan dengan baik sesuai fungsi dan tujuannya. Salah satu metode yang dapat diambil oleh perusahaan untuk meningkatkan jumlah profit adalah dengan menerapkan CRM.</p>
<p>Dalam kaitannya dengan perkembangan teknologi informasi pada masa kini, metode CRM dapat diadaptasi dengan metode eCRM  (electrical Customer Relation Management). Metode eCRM  merupakan aplikasi CRM yang berusaha memanfaatkan internet dan teknologinya untuk mengintegrasikan perusahaan dengan seluruh pelanggannya sehingga dapat diterapkan sebagai unit bisnis untuk melakukan transaksi penjualan, penyebarluasan informasi produk, dan menerima keluhan ataupun masukan dari konsumen secara online. Untuk menerapkan eCRM ini dibutuhkan pengembangan dari sisi teknologi dan sumber daya manusia perusahaan. Sasaran akhir dari eCRM adalah perusahaan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan sehingga terciptanya loyalitas yang tinggi dari para pelanggan. Untuk mewujudkan hal tersebut seorang CEO dapat mengunakan aspek dari CRM, yakni metode collaborative dan metode analytical. Metode collaborative diterapkan dengan memperhatikan masukan-masukan dari konsumen seperti keluhan produk maupun harga yang pantas untuk produk perusahaan. Sedangkan metode analytical diterapkan dengan menganalisis data-data transaksi dan masukan konsumen, sehingga dapat dianalisis untuk kebijakan perusahaan ke depannya.</p>
<p>Dari contoh di atas peran CEO untuk menentukan strategi CRM yang digunakan sangat penting karena CEO mengolah dan menentukan keputusan dari awal hingga akhir proses tersebut. Strategi dari visi di atas tidak mungkin berhasil jika tidak mendapat dukungan atau keputusan yang tepat dari CEO. Misalnya dalam mengembangkan eCRM tersebut tentu membutuhkan aplikasi teknologi informasi yang tepat seperti datawarehouse, internet/ekstranet, jika CEO tidak memahami aplikasi yang tepat maka yang akan terjadi adalah kegagalan dari penerapan strategi tersebut. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sumber daya manusia itu sendiri dalam penerapan visi CRM tersebut, disini juga peran CEO menjadi ujung tombak dalam mempersiapkan segala sesuatu dari keputusan dan visi perusahaan sehingga dapat menghasilkan profit bagi perusahaan.</p>
<p>Referensi</p>
<p>Griffin,R.W &amp; Ebert,R.J.2003.  <em>Business.</em> Sixth edition. Prentice Hall: New Jersey.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycomgroup.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycomgroup.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycomgroup.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycomgroup.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycomgroup.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycomgroup.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycomgroup.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycomgroup.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycomgroup.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycomgroup.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycomgroup.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycomgroup.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycomgroup.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycomgroup.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=24&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/02/06/good-customer-and-crm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bad214a227333611a650300a6adaa60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mycomgroup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas dan Industri Public Relations Pada Era Globalisasi Ketiga</title>
		<link>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/aktifitas-dan-industri-public-relations-pada-globalisasi-ketiga/</link>
		<comments>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/aktifitas-dan-industri-public-relations-pada-globalisasi-ketiga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 06:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycomgroup</dc:creator>
				<category><![CDATA[Globalization]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas PR]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Era]]></category>
		<category><![CDATA[Glabalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kolonialisme modern]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycomgroup.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Rhesya Agustine Jika globalisasi tahap pertama, yakni globalisasi Negara ditandai dengan munculnya uni-Eropa, WTO, IMF. Kemudian masuk pada globalisasi tahap kedua, yakni globalisasi perusahaan. Contohnya perusahaan multinasional, atau dikenal dengan multinational corporation. Dimana perusahaan-perusahaan kelas dunia membentangkan sayap dengan melakukan produksi secara lokal di pasar luar negeri yang mempunyai nilai ekonomis lebih baik. Kini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=10&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Oleh: Rhesya Agustine<br />
</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>Jika globalisasi tahap pertama, yakni globalisasi Negara ditandai dengan munculnya uni-Eropa, WTO, IMF. Kemudian masuk pada globalisasi tahap kedua, yakni globalisasi perusahaan. Contohnya perusahaan multinasional, atau dikenal dengan multinational corporation. Dimana perusahaan-perusahaan kelas dunia membentangkan sayap dengan melakukan produksi secara lokal di pasar luar negeri yang mempunyai nilai ekonomis lebih baik. Kini, mari kita membahas mengenai globalisasi ke-3 yang merupakan bentuk kebebasan yang kian spesifik dan memiliki cakupan yang lebih luas, bisa di bilang globalisasi tahap ketiga ini berhubungan dengan perubahan sosial,atau bisa di bilang globalisasi ketiga ini merupakan Era globalisasi budaya.</p>
<p>Di sebut Era globalisasi budaya, karena perubahan pada masa globalisasi ketiga ini terkesan menyeluruh dan mempengaruhi gaya hidup dan prilaku.Dengan berkembang ,memasyarakat dan membudayanya internet, yang notabene telah  memperkecil batas waktu, tempat, bahasa dan gap sosial maupun budaya di dunia, telah merubah pola sosial yang sudah baku, membuat pola tersebut menjadi semakin beragam, Contohnya pada pola komunikasi. Era ini menandai berkembangnya citizen journalism, social media, outsourching, home sourching. Dan telah pula mempengaruhi cara pandang industri terhadap metode menghasilkan laba, hal ini terjadi juga di industri yang memerlukan jasa Public Relations.</p>
<p>Kini, kita mengenal istilah PR online, atau bahkan baru-baru ini telah terbuka lapangan pekerjaan baru yang khusus menangani social media, yaitu  Social media specialist. Jika sebelumnya para humas lebih banyak bersentuhan dengan media (melalui strategi Media Relations), dengan pemerintah (melalui Goverment Relations) dan sedikit bersentuhan dengan konsumen melalui MarketingPR, maka kini mereka harus bersentuhan langsung dengan publik dan konsumen di dunia maya. Di dunia maya, konsumen bisa mengekspresikan kehendak mereka tanpa tergantung pada media mainstream. Mereka dapat membentuk komunitas online mereka sendiri, baik berbasis hobi maupun sebuah brand. Mereka juga saling berbagi informasi melalui blog, forum dan media online, sekaligus menjalin network melalui social media seperti Facebook, Friendster, Twitter, dan Plurk. Bebasnya penyampaian pesan dalam dunia maya antara konsumen, publik, dan perusahaan/brand, membuat posisi konsumen setara dengan produsen dan media.</p>
<p>Tuntutan Globalisasi ketiga ini secara khusus telah merubah lanskap dunia Public Relations. Di tengah perubahan dahsyat ini, para praktisi humas di harapkan mampu untuk merubah strategi, mulai memperhatikan prilaku pengguna internet , mulai mempertimbangkan kualifikasi-kualifikasi baru yang harus dimiliki seorang PR untuk terjun ke media baru ini, agar mampu berinteraksi dengan publik dan konsumen ‘dunia maya’ yang notabene merupakan publik yang super kritis ini, secara langsung dan luwes.</p>
<p>Jadi boleh di bilang Era Globalisasi ketiga ini adalah merupakan sebuah revolusi, terutama di bidang teknologi komunikasi, Ditandai dengan berkembangn, memasyarakat dan membudayanya internet yang telah menembus batas-batas waktu, tempat, bahasa, gap sosial dan budaya. Hal tersebut telah memicu terjadinya perubahan pola sosial yang sudah baku, merubah cara pandang industri dan secara khusus telah merubah lanskap dunia Public Relations, Dimana saat ini public atau khalayak yang harus di jangkaunya pun mengalami perubahan, dimana seorang PR juga harus menangani Publik di dunia maya, hal tersebut tentunya memerlukan kualifikasi-kualifikasi baru yang tentunya merupakan tantangan bagi praktisi humas dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang. Pertanyaannya, siapkah anda mengahadapi tantangan ini? Siapkah anda bertarung di Era social media ini? (<em>RA</em>)</p>
<p>Daftar pustaka</p>
<p><a href="http://septa-ayatullah.blogspot.com/2009/02/indonesia-perlu-siap-hadapi-globalisasi.html" target="_blank">http://septa-ayatullah.blogspot.com/2009/02/indonesia-perlu-siap-hadapi-globalisasi.html</a></p>
<p><a href="http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/bagaimana-strategi-online-public-relations-di-era-web-20/" target="_blank">http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/bagaimana-strategi-online-public-relations-di-era-web-20/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycomgroup.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycomgroup.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycomgroup.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycomgroup.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycomgroup.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycomgroup.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycomgroup.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycomgroup.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycomgroup.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycomgroup.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycomgroup.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycomgroup.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycomgroup.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycomgroup.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=10&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/aktifitas-dan-industri-public-relations-pada-globalisasi-ketiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bad214a227333611a650300a6adaa60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mycomgroup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Gaya Hidup Masyarakat’ sebagai Opportunity PR&#8221;</title>
		<link>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/%e2%80%98gaya-hidup-masyarakat%e2%80%99-sebagai-opportunity-pr/</link>
		<comments>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/%e2%80%98gaya-hidup-masyarakat%e2%80%99-sebagai-opportunity-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 06:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycomgroup</dc:creator>
				<category><![CDATA[Public Relations]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Opportunity]]></category>
		<category><![CDATA[PR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycomgroup.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Adam Suryadi Nur Gaya hidup masyarakat semakin berkembang pesat seiring zaman. Manusia semakin haus akan informasi tentang dunia disekitarnya, pada bumi yang di pijaknya, pada cakrawala pengetahuan yang tak terbatas. Internet adalah dunia baru teknologi informasi termutakhir, yang merupakan jaringan global dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap perangkat yang menggunakannya saling terhubung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=5&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Adam Suryadi Nur</p>
<p>Gaya hidup masyarakat semakin berkembang pesat seiring zaman. Manusia semakin haus akan informasi tentang dunia disekitarnya, pada bumi yang di pijaknya, pada cakrawala pengetahuan yang tak terbatas. <strong>Internet adalah dunia baru teknologi informasi termutakhir, yang merupakan jaringan global dunia</strong>, besar dan sangat luas sekali dimana setiap perangkat yang menggunakannya saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya secara <em>realtime</em>. Selain itu alternatif pada ruang-ruang sosial pun terbuka seluas-luasnya. Situs-situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, Twitter, dll, memberikan sebuah pengalaman dan gaya hidup baru bagi masyarakat. Fenomena ini tidak hanya terlihat di perkotaan bahkan di pedesaan hingga keseluruh dunia yang terhubung pada sebuah ruang tanpa batas bernama Internet.</p>
<p>Beberapa artikel tahun 2008 mangatakan Dari 1,5 miliar netter (istilah para pengguna internet) saat ini, 41% berada di Asia, kemudian diikuti Eropa 25% disusul Amerika Utara 16%. Dan Afrika menjadi benua dengan tingkat netter terkecil di dunia yakni hanya 5,6% . Dengan trend pertumbuhan internet dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia menjadi pangsa pasar netter yang sangat potensial. Tahun 2008, 2009 dan 2010, trend pertumbuhan netter Indonesia meningkat rata-rata 20%. Diawal tahun 2008, jumlah netter Indonesia sekitar 25 juta pengguna. Dan diakhir 2008 telah mencapai +/- 30 juta pengguna. Data menunjukkan lebih dari 30% besar netter Indonesia terhubung pada situs jejaring sosial seperti Facebook. Sebanyak 12.189.100 netter Indonesia menggunakan Facebook sebagai ruang sosial baru mereka di sebuah dunia internet.</p>
<p>Indonesia saat ini menempati peringkat tertinggi pada penggunaan situs jejaring sosial yang bersifat edutainment ini di banding negara asia lainnya seperti Australia : 7.461.320 facebooker (sebutan bagi para pengguna facebook), Filipina : 7.206.560 facebooker, Taiwan : 5.039.400 facebooker, India : 4.269.340 facebooker, Malaysia : 3.407.900 facebooker, Hong Kong : 2.633.520 facebooker, Israel : 1.814.960 facebooker, Singapura : 1.682.960 facebooker, Thailand : 1,670,120 facebooker (sumber: <a href="http://elqorni.wordpress.com/2009/11/14/pengguna-facebook-indonesia-terbesar-di-asia/" target="_blank">http://elqorni.wordpress.com/2009/11/14/pengguna-facebook-indonesia-terbesar-di-asia/</a>). Sungguh angka yang menakjubkan, Internet semakin berimprovisasi masuk pada setiap sendi-sendi masyarakat melalui suatu cara yang unik.</p>
<p>Situs-situs (<em>website</em>) bermunculan secara masiv baik perorangan, organisasi, perusahaan, sampai pemerintahan untuk melakukan penyampaian informasi kepada publik secara besar-besaran, <em>Low cost</em>, dan<em>Realtime</em>. Menariknya, <strong>Gaya Hidup Masyarakat</strong> menjadi sebuah komoditas utama perkembangan dunia internet, menukik secara tepat pada sisi alamiah manusia sebagai makhluk sosial. Beransur-angsur seluruh bagian kehidupan di dunia akan terkoneksi pada internet, inilah yang sering di katakan dunia tanpa batas. Seorang Public Relation melihat dunia baru ini (baca: internet) sebagai potensi besar dan sebuah kesempatan (<em>Opportunity</em>) <em>PR.</em> <strong>Aktifitas sosialisasi, transformasi informasi, <em>social resposibility</em>, promosi bahkan sampai rekonstruksi wacana  masyarakat terjadi di internet baik oleh seorang  Public relation ataupun perorangan,</strong> contoh saja dukungan Facebooker indonesia pada kasus Bibit dan candra menguak ke permukaan dan menjadi sorotan karena jumlahnya yang cukup signifikan. Hal ini membuktikan seiring waktu internet akan banyak memberikan kontribusi kepada gaya hidup dan wacana-wacana yang berkembang di masyarakat.</p>
<p>Seorang Public Relation harus jeli dan hati-hati terhadap segala kemudahan yang diberikan internet. Internet bagai pedang bermata dua, Internet dapat menghasilkan banyak pengaruh, selain kemudahan dan segala manfaat yang sudah diuraikan panjang lebar diatas, Falkow seorang pembicara dan pelaku marketing internet strategi telah melihat beberapa orang tokoh dunia digulingkan oleh kekuatan blogosphere (<strong>Blog</strong> adalah singkatan dari kata <strong>Weblog</strong>, yaitu suatu bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan [biasanya dimuat sebagai bentuk posting] pada sebuah halaman web umum. Istilah <em>Weblog</em> pertama kali digunakan oleh <a href="http://www.robotwisdom.com/" target="_blank"><strong>Jorn Barger</strong></a> pada bulan Desember 1997 untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri, dan dunia yang menghubungkan para komunitas ini diistilahkan sebagai blogosphere).<strong> </strong>Sebuah ruang inspirasi bebas bagi setiap individu di seluruh dunia. Untuk sebab itu, para Public Relation perorangan, perusahaan maupun sebuah instansi pemerintahan setidaknya serius menangani perihal pesan yang di publikasikan kedalam internet. Internet diibaratkan sebuah forum bersama masyarakat dunia, pesan-pesan yang tertuang didalamnya mempunyai akses keseluruh penjuru dunia. Dari data yang telah di jabarkan diatas lebih dari 30 juta penduduk indonesia sudah menjadikan internet sebagai bagian dari gaya hidup mereka, internet dan gaya hidup adalah dua hal yang saling mempengaruhi. Gaya hidup masyarakat ada di dalam internet dan internet adalah gaya hidup itu sendiri. Sudahkah anda ber-Internet hari ini?&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycomgroup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycomgroup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycomgroup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycomgroup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycomgroup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycomgroup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycomgroup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycomgroup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycomgroup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycomgroup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycomgroup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycomgroup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycomgroup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycomgroup.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=5&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/%e2%80%98gaya-hidup-masyarakat%e2%80%99-sebagai-opportunity-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bad214a227333611a650300a6adaa60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mycomgroup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Naskah Pidato Bapak Jusuf Kalla</title>
		<link>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/naskah-pidato-bapak-jusuf-kalla/</link>
		<comments>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/naskah-pidato-bapak-jusuf-kalla/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 02:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mycomgroup</dc:creator>
				<category><![CDATA[Public Relations]]></category>
		<category><![CDATA[Bapak]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Naskah]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/naskah-pidato-bapak-jusuf-kalla/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Adam Suryadi Nur Ada saja yang lucu setiap pak JK menyampaikan pidatonya. Pak Jk trekenal dengan gaya bicaranya yang spontan, dan straight to The Point. Dalam setiap kesempatan berpidato beliau nampak selalu mengeluarkan istilah istilah yang segara dan menggelitik syaraf ketewa pendengarnya. Tidak terhitung tempat di mana ketika Pak Jk berpidato para hadirin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=16&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Adam Suryadi Nur</p>
<p>Ada saja yang lucu setiap pak JK menyampaikan pidatonya. Pak Jk trekenal dengan gaya bicaranya yang spontan, dan straight to The Point. Dalam setiap kesempatan berpidato beliau nampak selalu mengeluarkan istilah istilah yang segara dan menggelitik syaraf ketewa pendengarnya. Tidak terhitung tempat di mana ketika Pak Jk berpidato para hadirin terpingkal-pingkal. Tanpa basa-basi yang bisa lima menit lamanya dengan mengulang berkali-kali kata yang saya hormati bla-bla-bla. isi pidato pak JK enak dinikmati karena disampaikan dengan gaya dialog. naik, turun, dan puncak pidatonya kerap tidak terduga. karena itu, lengah sedikit bisa kehilangan nuansa. titik lemah pidatonya adalah ejaan katanya yang memang kerap kental rasa makassarnya. untuk telinga jawa, terkadang susah mengikuti maksud dari kata-katanya. Itulah dia, yang lidah bugisnya masih kental.<br />
Sepintas dalam setiap pidatonya, Pak Jk sangat jarang terlihat membawa secarik kertas sebagai konsep pidato. Beliau berpidato tanpa konsep sama sekali. Padahal kalau mau melihat aturan protokuler di negara mana pun juga, ada tim yang mem-back-up presiden atau wapres untuk naskah pidato-pidatonya. nah, sejak pak JK di istana wapres di kebon sirih sana, naskah-naskah pidato yang disiapkan para birokrat dicampakkannya.<br />
Alasan Pak JK sederhana saja, semua. isinya cuma copy dan paste saja dari pidato-pidato sebelumnya, Bagaimana tidak, di setiap naskah pidato, apa pun forum dan pendengarnya, kata krisis mutlidimensi yang populer sejak 1998 selalu ada. kata berikutnya adalah globalisasi. copy dan paste selanjutnya juga dibuatkan untuk pembaca doa. karena itu, selain mencampakkan naskah pidatonya, pak JK minta kepada pembaca doa untuk tidak mengulang-ulang mantra krisis multidimensi dan gloablisasi di doa yang akan dipanjatkan kepada yang maha kuasa.<br />
Karena tidak berpatokan sepenuhnya pada naskah pidato yang dibuatkan untuknya, pak JK sangat bebas berimprovisasi dengan hal-hal yang dijumpainya saat sedang berbicara. ini yang membuat para pendengarnya merasa disapa. sepanjang hampir lima tahun mengikuti pidatonya, belum pernah saya dapati pak JK marah karena ditinggal tidur pendengarnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mycomgroup.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mycomgroup.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mycomgroup.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mycomgroup.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mycomgroup.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mycomgroup.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mycomgroup.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mycomgroup.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mycomgroup.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mycomgroup.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mycomgroup.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mycomgroup.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mycomgroup.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mycomgroup.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mycomgroup.wordpress.com&amp;blog=11543209&amp;post=16&amp;subd=mycomgroup&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mycomgroup.wordpress.com/2010/01/20/naskah-pidato-bapak-jusuf-kalla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bad214a227333611a650300a6adaa60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mycomgroup</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
